Minggu, 23 Juni 2013

SIKAPI HIDUP DENGAN BIJAK

“Kehidupan kita, waktu kita di sini sangatlah singkat. Kita harus memanfaatkannya dengan sangat baik. Jangan meminta orang lain untuk melayani kita. Kita harus bertanya bagaimana kita dapat melayani orang lain, setiap saat. Maka kalian tidak akan pernah salah.
Dalam batin, kita menggunakan kebijaksanaan kita, getaran kita yang bagus, dan kebajikan kita untuk memberkahi orang dan lingkungan kita. Di luar, kita menggunakan waktu kita, tubuh jasmani kita, kepintaran kita, bakat kita untuk menolong orang di mana pun dan kapan pun kita bisa. Jika kita melakukannya dengan sepenuh hati, maka kita akan selalu merasa terpenuhi, puas, dan kita tidak akan pernah meminta apa pun. Kita akan selalu merasa berkecukupan.”

Kita harus sanggup memikul penderitaan yang orang lain tidak sanggup memikulnya, melakukan segala sesuatu yang orang lain tidak mau mengerjakannya, dan bekerja di bidang apa pun yang membawa manfaat bagi umat manusia.
Itulah cara hidup seorang pria sejati. Itulah cara hidup seorang wanita sejati. Dan kita harus menjadi orang-orang ini. Jika kita ingin agar dunia ini menjadi mulia, kita harus menjadi mulia terlebih dahulu. Jika kita mengharapkan orang-orang di dunia menjadi baik, kita harus menjadi baik terlebih dahulu. Jika kita mengharapkan dunia ini menjadi surga, kita harus hidup seperti makhluk surgawi di atas Bumi.

Rabu, 19 Juni 2013

PACA MERTA



LIMA UNSUR PENYEBAB HIDUP

PENGIDER JAGAT

                                                  

1. Penjuru timur, Dewanya Iswara, wijaksara SA, tempatnya di bhuwana alit adalah jantung.
2. Penjuru tenggara, Dewanya Maheswara, wijaksara NA, tempatnya di bhuwana alit adalah paru-     paru. 
3. Penjuru selatan, Dewanya Brahma, wijaksara BA, tempatnya dibhuwana alit adalah hati. 
4. Penjuru barat-daya, Dewanya Rudra, wijaksara MA, tempatnya di bhuwana alit adalah limpa. 
5. Penjuru barat, Dewanya Mahadewa, wijaksara TA, tempatnya di bhuwana alit adalah   jajaringan. 
6. Penjuru barat-laut, Dewanya Sangkara, wijaksara CI, tempatnya di bhuwana alit adalah ungsilan. 
7. Penjuru utara, Dewanya Wianu, wijaksara A, tempatnya di bhuwana alit adalah empedu. 
8. Penjuru timur-laut, Dewanya Sambhu, wijaksara WA, tempatnya di bhuwana alit adalah ineban. 
9. Penjuru tengah, Dewanya Ciwa, wijaksara I (dibawah) dan YA (diatas), tempatnya di bhuwana alit adalah otak.  


Yan sampun maurip ikang dasaksara maring raga matemahan kita waras tan kena kalaran

Jumat, 07 Juni 2013

OBAT FLU MENAHUN

Terapi obat flu menahun dan pencegahannya:
Terapi  I:
1. Konsumsi segelas air yang cukup besar begitu bangun pagi dan tidak mengkonsumsi   makanan apapun, termasuk tidak minum kopi, teh dan sejenisnya.
2. Tunggu 1-2 jam kemudian menkonsumsi makanan yang ringan, karena
perut masih terasa kenyang.
3. Jangan mengkonsumsi makanan apapun sebelum buang air besar.
4. Tunggu sampai ada reaksi sampai ke belakang (buang air besar)
5. Setelah buang air besar, 15 menit kemudian baru makanan yang ringan.

Terapi II:
Gunakan segenggam daun kemangi atau daun tulasi yang direbus dengan 3 gelas air setiap hari sebelum makan, dicampur dengan ½ rimpang jahe atau ½ rimpang temulawak dan gula merah (bagi mereka yang tidak kena diabetes). Minum jus daun kemangi secara rutin 2 kali sehari sebelum makan (pagi dan malam).

Terapi III:
Gunakan segenggam daun selasih miik/harum, daun pegagan (piduh) dicampur ketumbar dan jahe merah setiap pagi dan malam menjelang tidur.

Usahakan setiap hari konsumsi makan yang berserat (sayur dan buah). Setiap menjelang tidur konsumsi jus buah apa saja, kecuali durian. Jangan mencampur buah semangka dengan buah lainnya. Banyak berolah raga sebab akan meningkatkan gairah dan semangat. Saran lebih lanjut ikut kegiatan yoga setiap seminggu 2 kali,dimana saja. SaradBali  108 – April 2009.

 

Kamis, 06 Juni 2013

MENCARI TUJUAN TERTINGGI

Mencapai Tujuan Tertinggi 

Coba kita amati, jika seorang anak ditanya tentang cita-citanya. Hampir semuanya menjawab sebatas kalau sudah tamat, mejadi seorang dokter, insinyur, atau guru. Hampir tidak pernah orang memikirkan lebih jauh dari hal tersebut. Bila ditanyakan hal-hal yang lebih bersifat spiritual, spesifik, sepertinya mereka tidak memberikan jawaban yang tegas. Mengapa jarang dijumpai anak-anak mempunyai cita-cita menjadi seorang pemangku, menjadi Ketua Parisada atau menjadi Sannyasin?.
Pada suatu hari seorang Profesor beragama Hindu dari Bali ditanya tentang rencana setelah pensiun oleh seorang guru besar berkebangsaan Amerika yang beragama Hindu. Profesor tersebut mengatakan bahwa jika dirinya pensiun nanti, maka ia akan kembali ke Bali dan menimbang cucu serta hidup di rumah dengan seluruh keluarganya. Sebaliknya ketika Guru besar tersebut ditanya, ia menjawab jika sudah pensiun akan menjadi seorang Sannyasin, Saya akan melakukan tirtayathra ke India, dan mungkin pada saatnya akan kembali lagi ke Bali menemui bapak di sini. Jawaban guru besar warga Negara Amerika ini mencengangkan bagi Profesor kita di Bali. Kini timbul pertanyaan bagaimana mewujudkan tujuan hidup tertinggi itu? Svami Wiwekananda menyatakan “Your hand on work but your heart on God, tangan menghadapi pekerjaan, namun hati hendaknya selalu menghadap Tuhan Yang Maha Esa. Nampaknya Svami Wiwekananda senang mensitir salah satu sabda Sri Krsna dalam kitab suci Bhagawad Gita IX.27 : Apapun yang engkau kerjakan, apapun yang engkau makan, yang engkau persembahkan dan engkau amalkan, desipiln diri apapun yang engkau laksanakan, wahai putra Kunti (Arjuna), lakukanlah sebagai persembahan hanya kepada-Ku. Berserah diri seperti sabda Sri Krsna di atas merupakan upaya penyucian diri (atmasuddhi). Lebih lanjut, Sri Krsna dalam sloka Bhagawad Gita IX.22 dinyatakan : Tetapi meraka yang memuja-Ku dan hanya bermeditasi kepada-Ku, kepada mereka yang senantiasa gigih demikian itu, akan Aku bawakan segala apa yang belum dimilikinya dan akan menjaga apa yang sudah dimilikinya.
 bersambung

Selasa, 04 Juni 2013

DEWI DANUH

SANG GURU YG BIJAKSANA

Seorang guru mempunyai murid yang sangat cerdas. Dengan cepat dia dapat mengerti pengajaran gurunya. Pada suatu hari, murid cerdas itu memutuskan untuk tidak berdoa lagi. Aneh.

Ketika sang guru bertanya, ia menjawab, "Bukankah guru selalu mengajarkan bahwa Tuhan itu maha tahu. Dia mengerti betul bagaimana hidupku ini. Seluruh gerak gerikku, semua suka dukaku. Dia juga pasti tahu apa yang kuperlukan, sebelum aku mengatakan kepadaNya. Bukankah Tuhan maha bijaksana. Tanpa dimohon pun dia pasti akan memberikan segala rahmat bantuan yang diperlukan untuk hidupku, agar aku menjadi semakin sempurna."

Sang guru terdiam mendengar jawaban cerdas muridnya. Beberapa hari kemudian, murid cerdas itu melihat gurunya sedang melamun sambil menatap sawah hijau di depannya. Wajah guru kelihatan sedih. Dia pun bertanya, "Ada apa guru? Mengapa guru nampak sedih?"

"Muridku," kata gurunya pelan, "menatap sawah ini, aku teringat pada seorang temanku. Dia dulu sangat rajin mengerjakan sawah, karena dia tahu dari sawah itu dia akan mendapat makan dan penghidupan. Sekarang dia tidak mau lagi mengerjakan sawahnya."

"Apakah dia punya pekerjaan yang labih baik?"

"Tidak. Tiba-tiba dia meyakini bahwa Tuhan adalah pencipta yang maha baik. Dia sangat yakin Tuhan akan memelihara hidupnya. Tuhan pasti akan menumbuhkan padi di sawah. Dan ketika lapar, Tuhan yang menciptakan dan mencintainya itu juga pasti akan menyediakan makanan siap di meja. Karena itulah dia tidak merasa perlu mengerjakan sawah lagi."

"Aneh dan bodoh betul orang itu!" jawab sang murid.

"Muridku, aku berbicara tentang dirimu ...." uuuhhhh capee dehhhh.........

Rahmat perlu dimohon, syukur pelu diungkapkan seperti seorang petani perlu mengerjakan sawahnya sebelum dapat memanen padi untuk hidupnya.

Minggu, 02 Juni 2013

MARI BERDARMA

Seperti yang anda ketahui berjalan di jalan spiritual dengan jalan sembahyang akan mengikis karma (hasil perbuatan) buruk kita baik karma kehidupan masa lalu, karma kehidupan kita sekarang(bayangkan berapa usia anda sekarang sampai detik ini). Nah karma tersebut terutama karma buruk akan menempel terus di roh atau badan anda sesuai kategorinya (berat/ringannya). Seiring perjalanan waktu karma tersebut yang berbentuk energi negatif akan membungkus tubuh anda lapis demi lapis dan akhirnya menutup saluran Ketuhanan anda. Jadinya anda akan merasa sial, rejeki seret, sakit-sakitan, hubungan dengan orang lain buruk, mengalami ketidak tenangan pikiran dll. Dengan ketekunan anda sembahyang, beryajnya dan berbuat baik, lapisan karma buruk tersebut akan terkikis bahkan mengelupas atau sesuai dengan istilah berdasarkan tutur / wahyu / sabda sedang mengupas kulit bawang.

Sampai tahapan tertentu tubuh anda bersih dan sinar ketuhanan dalam diri anda(sang atma) akan keluar, maka dari itu anda bisa lihat sendiri orang yang rajin sembahyang cahaya mukanya akan keluar dan bersih. Seiring terangnya sinar ketuhanan anda maka kehidupan anda akan menjadi lebih baik karena eneri positif akan menarik hal-hal yang positif bagi anda. Anda bagaikan lampu di ruang gelap, anda akan menjadi berbeda dari sebelumnya di komunitas anda.

Tenanglah dan pasrahkan semuanya pada Tuhan, tentu energi Ghanta sinar keTuhanannya sudah muncul dan melindunginya. Sudah dirasa mampu untuk melindungi diri dan berkomunikasi dengan roh-roh suci untuk meminta anugrah dan perlindungan. Akan tetapi kami ingatkan tetap berkonsultasi dengan sesepuh ida Nabe atau para pelatih yang ditunjuk sesepuh di Klinik jala sidhi jika mengalami permaslahan dalam menjalani kehidupan anda

Ingatlah peperangan niskala terbesar kita adalah melawan diri kita sendiri, terutama unsur negatif dari diri kita yaitu sad ripu, sapta timira, hawa nafsu, ego dll. Selalu camkanlah hal ini tapi jangan lupa hakekat manusia sebagai makhluk hidup untuk melindungi dirinya sendiri atau hak untuk hidup. Kita adalah makhluk lemah tanpa perlindungan Tuhan. Semoga bermanfaat.