Minggu, 02 Juni 2013

MARI BERDARMA

Seperti yang anda ketahui berjalan di jalan spiritual dengan jalan sembahyang akan mengikis karma (hasil perbuatan) buruk kita baik karma kehidupan masa lalu, karma kehidupan kita sekarang(bayangkan berapa usia anda sekarang sampai detik ini). Nah karma tersebut terutama karma buruk akan menempel terus di roh atau badan anda sesuai kategorinya (berat/ringannya). Seiring perjalanan waktu karma tersebut yang berbentuk energi negatif akan membungkus tubuh anda lapis demi lapis dan akhirnya menutup saluran Ketuhanan anda. Jadinya anda akan merasa sial, rejeki seret, sakit-sakitan, hubungan dengan orang lain buruk, mengalami ketidak tenangan pikiran dll. Dengan ketekunan anda sembahyang, beryajnya dan berbuat baik, lapisan karma buruk tersebut akan terkikis bahkan mengelupas atau sesuai dengan istilah berdasarkan tutur / wahyu / sabda sedang mengupas kulit bawang.

Sampai tahapan tertentu tubuh anda bersih dan sinar ketuhanan dalam diri anda(sang atma) akan keluar, maka dari itu anda bisa lihat sendiri orang yang rajin sembahyang cahaya mukanya akan keluar dan bersih. Seiring terangnya sinar ketuhanan anda maka kehidupan anda akan menjadi lebih baik karena eneri positif akan menarik hal-hal yang positif bagi anda. Anda bagaikan lampu di ruang gelap, anda akan menjadi berbeda dari sebelumnya di komunitas anda.

Tenanglah dan pasrahkan semuanya pada Tuhan, tentu energi Ghanta sinar keTuhanannya sudah muncul dan melindunginya. Sudah dirasa mampu untuk melindungi diri dan berkomunikasi dengan roh-roh suci untuk meminta anugrah dan perlindungan. Akan tetapi kami ingatkan tetap berkonsultasi dengan sesepuh ida Nabe atau para pelatih yang ditunjuk sesepuh di Klinik jala sidhi jika mengalami permaslahan dalam menjalani kehidupan anda

Ingatlah peperangan niskala terbesar kita adalah melawan diri kita sendiri, terutama unsur negatif dari diri kita yaitu sad ripu, sapta timira, hawa nafsu, ego dll. Selalu camkanlah hal ini tapi jangan lupa hakekat manusia sebagai makhluk hidup untuk melindungi dirinya sendiri atau hak untuk hidup. Kita adalah makhluk lemah tanpa perlindungan Tuhan. Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar